Saturday, October 20, 2018

Kisah Anak SD

Merinding...

Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah. Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.

Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.

Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya. Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.

“Berapa harganya Nek?”
“Satu plastik kue Lima ribu, nak”, jawab si nenek.

Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :

“Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi.”

Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya :

“Ya Allah terima ksh bnyk Nak. Alhamdulillah ya Allah kabulkan doa saya utk beli obat cucu yg lagi sakit.” Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.

“Siapa namamu ? Kelas berapa?”
“Nama saya Radit, kelas 2, pak”, jawabnya sopan.
“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”

” Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”
“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?”, tanyaku semakin tertarik.

“Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak”, anak SD itu berbicara dengan fasihnya.

Aku pegang bahu anak itu :

” Sejak kapan ibumu meninggal, Radit?”
“Ketika saya masih TK, pak”

Tak terasa air mataku menetes :

“Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”, kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.

Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata :

“Terima kasih banyak, Pak… Tapi untuk keperluan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi bapa punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.

Radit menyalami tanganku dan menciumnya.

“Allah menjagamu, nak ..”, jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.

Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab : ” Empat puluh ribu rupiah..”

Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ” Ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”

“Ya Allah.. Pak…”

Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik… Aku bergegas menuju Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.

Dalam hati aku berdoa semoga Allah terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku serta putri tercintaku yang sudah pergi mendahuluiku kembali kepada Allah.

Sahabat ada kalanya seorang ank lebih jujur dri pada orang dewasa,ajrkan lah ank2 kita dri dini tindakan nyata yg bukan teori semata.

Kisah ini dari hamba Alloh.

Wednesday, October 17, 2018

Ketika Si Miskin Membiayai Orang Kaya

*Ketika Si  Miskin Membiayai Orang Kaya*
_*Oleh : Salim  A.  Fillah*_

Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memiliki produk, katakanlah keripik ubi. Untuk dapat masuk ke sebuah supermarket besar, produk ini harus melewati sekian uji-saring ketat, dari kualitas hingga kemasan. Dan akhirnya iapun diterima, terpampang agak tersembunyi di salah satu sudut raknya.

Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah *konsinyasi*; tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang laku. Laporan bisa diambil sekaligus sisa barang. Lalu pembayaran tunai baru akan diterima secepat-cepatnya sebulan kemudian.

*Total empat bulan.*

Tapi kalau si pemilik usaha amat kecil ubi ini pada saat menyetorkan dagangannya hendak beli beras atau gula di supermarket itu, bisakah ia minta dihitung nanti dari hasil dagangannya? *Tidak*!. Dia harus membayar tunai. Saat itu juga.

*Inilah tata ekonomi, di mana orang miskin membiayai orang kaya*.
_*Pemilik usaha kecil itulah yang menopang bisnis para pemodal besar supermarket.*_

*Maka kita selalu bahagia pergi ke pasar tradisional, karena kita akan menemukan nilai-nilai yang amat mahal*.
Saking mahalnya, 500 orang terkaya di dunia versi Forbes bersekutupun takkan sanggup membelinya.

Tempo hari, terlihat di Pasar Prawirotaman Yogyakarta, seorang ibu penjual bawang merah dan putih yang asyik mengupasi sebagian dagangan yang sudah keriput kulitnya. Tak banyak yang disandingnya, hanya setampah kecil sahaja.

Lalu seorang lelaki yang lebih muda, sambil tersenyum ke sana kemari menjajakan pisang satu lirang saja, yang dilihat keadaannya memang hanya akan bagus kalau dimakan hari ini segera. Besok tidak.

Dan tetap asyik dengan pisaunya, sang ibu mendongak, lalu berkata dengan tawa ringan yang memamerkan giginya, "Tolong pisangnya gantungkan di cantelan motorku itu ya Dik, ini uangnya ambil ke sini."

"Ya Mbak, lima ribu saja buat Njenengan."

Maka ketika si Mas usai menaruh pisang itu, sang ibu menyumpalkan tiga uang lima ribuan ke tas plastik si Mas yang berisi jajanan ketika dia mendekat.

Semula lelaki itu tak menyadarinya, tapi setelah berjalan beberapa langkah dia kembali. "Weh, kebanyakan Mbak", katanya.

"Tidak apa-apa, buat jajan anakmu lho Dik. Lagipula pisang segini banyak ya ndak mungkin 5000 to."

"Ndak. Memang segitu harganya Mbak. Jajannya juga sudah ada kok ini." Lalu uang itu dikembalikannya. Tak mau kalah, Si Ibu segera menyusul Si Mas yang berlari. Memasukkan lagi uang lebihan 10.000 itu ke tas plastiknya. Si Mas tersenyum geleng-geleng kepala. Lalu dengan penuh kesopanan, dia pamit pergi.

Siang hari ketika si Ibu hendak pulang, seorang pedagang bakso menghampirinya. "Ini mbak, baksonya."

"Lho saya tidak pesan itu?"

"Lha tadi Mase penjual pisang yang memesankan itu. Terus dia bilang diracik sama ngasihkannya nanti saja kalau Njenengan mau pulang."

"O Allah... Rejeki. Sembah nuwun Gustiiii..."

*Adakah engkau temukan di tempat belanjamu orang saling berebut untuk membahagiakan sesamanya seperti ini?*
Ah, mungkin sesekali kau perlu pergi ke pasar yang kaulihat becek dan sumpek itu. *Sebab di sana ada yang tak dapat kaubeli dengan harta, tapi dapat kaurasakan mengaliri hatimu dengan sejuta haru dan makna.*

*Mari beralih ke pasar tradisional, dan menjadi kaya bersama-sama, bukan memperkaya yang sudah super kaya*

Monday, October 15, 2018

Inspirasi Hari Ini

Assalamualaikum..

⛅ Inspirasi hari ini⛅

🔮 Apa Yang Kita Cari Dalam Hidup Ini...? 🔮
🗻 Ketika hidup di gunung merindukan​ pantai ...
🌅 Ketika hidup di pantai merindukan​ gunung ...
🌞 Kalau kemarau kita tanya kapan hujan?
☔ Di musim hujan kita tanya kapan kemarau?
🏡 Diam di rumah pengennya pergi ...
🚶 Setelah pergi pengennya pulang ke rumah ...
🌈 Waktu tenang cari keramaian ...
🎉 Waktu ramai cari ketenangan ...​

👤💞 Ketika masih bujang mengeluh kepengen nikah, Sudah berkeluarga, mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluhkan biaya hidup dan pendidikan ...

💭 Ternyata SESUATUMU tampak indah karena belum kita miliki ...

💝 Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, tapi mengabaikan​ apa yang sudah kita miliki ...

⏩ Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR ...
dengan rahmat yang sudah kita miliki ...

🌐🍃 Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini??
Menutupi telapak tangan saja sulit ...

Tapi kalau daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutupla​h “BUMI" dengan Daun,

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi inipun akan tampak buruk ...

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil ...

Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku ...

SYUKURI apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkanNYA ...

Karena hidup adalah :                                 WAKTU yang dipinjamkan,
dan Harta adalah Amanah yang dipercayakan ...
yang semua itu akan di mintai pertanggung jawaban,

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki ...
Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki ...
Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki ...
Bersyukur dan selalu bersyukur di dalam segala hal. Bersegeralah berlomba dalam kebaikan di mulai dari sekarang.
Selamat meraih kebaikan di hari ini.

🙏Semoga bermanfaat🙏

Monday, October 01, 2018

Bencana Palu dlm pandangan sy bukan hanya Bencana Luarbiasa, tapi Sungguh Sangat Luabiasa

Kisah Dr Eka Erwansyah, dosen kedokteran Unhas anggota tim relawan Unhas :

Biasa dlm suatu bencana hanya ada 1 atau 2 "pembunuh". Biasanya gempa saja, atau Gempa plus tsunami.

Bencana Aceh didahului gempa tapi "sang pembunuh" sebenarnya adalah hanya 1 yaitu tsunami.

Nah di Palu ada TIGA  "Sang Pembunuh":
*1. gempa* (banyak korban tertimbun reruntuhan bangunan)
*2. Tsunami* (sekitar 1000 org disekitar pantai sedang persiapan Festival Nomini) tersapu oleh tsunami.
*3. Lumpur.* (Ada perkampungan yg hilang akibat lumpur yg menyembur dari dlm bumi dan dalam sekejap menenggelamkan 1 perkampungan. Diperkirakan sekitar 700 orang terkubur hidup2.. ada juga sekitar 200 orang siswa SMA sedang kemah juga terkubur dlm lumpur yg tiba2 menyembur dan menimbun mereka).

Kebetulan Sy dan Teman2 yg tergabung dlm Tim DVI Unhas sudah berada di lokasi sejak kemaren pagi. Kampung yg hilang itu Kampung Petobo, daerah Sigi.

Kemaren saat yg menghimpun data ante mortem korban, sy tdk kuasa tahan tangis.

Seorang Bapak yg melaporkan anaknya yg hilang. Dia curhat. Ketika itu antarkan anaknya mengaji.. rumahnya dan rumah tempat mengaji hanya dipisahkan oleh jembatan..
Begitu anaknya didrop, dia balik ke rumahnya.. baru mau masuk ke rumah tiba mendengar bunyi bbluuumm.. dia balik badan dan hanya melihat hamparan tanah kosong berlumpur.. kemana perginya rumah2 satu perkampungan??? Hanya dlm hitungan detik..😭😭😭😭😭

Saturday, September 29, 2018

Isu kopi luwak campuran bahan kimia buat org Indonesia itu ga masalah

                                                             ORANG² INDONESIA ITU KUAT² KOK!!!

Jangankan kopi luwak campuran bahan kimia...,

TONG SENG aja dimakan tp perutnya ga papa...

Makan SAYUR KUNCI ya doyan...

Org Semarang makan GANJEL REL...

Org Palembang makan KAPAL SELAM...

Org Bali biasa makan SAYUR PAKU...

Bocah2 SD udh biasa makan MOLEN...

Malahan semua org Indonesia rata2 udh pernah makan BANGKU SEKOLAHAN biar pinter katanya...
Nyatanya ya pada selamat dan makmur hidupnya...

Org Jawa MAKAN BETON ya sehat² aja perutnya...

Minum kopi atau teh dicampur gula PASIR msh sehat kok...

malahan ada yg pake gula BATU...

Yg makan KETOPRAK ya ada...

Makan bakso GRANAT dan bakso RUDAL
Makan KACANG ATOM ya sehat... Ga meledak kaya Hiroshima Nagasaki...

OSENG2 MERCON ya pada suka...

PUTRI SALJU dilahap...

SAMBEL SETAN
Rawon Setan
Mie setan
Semua jatahnya setan
dimakan...
Tinggal setannya yg bingung... Mau makan apa...😇😇😇

Gempa dan Tsunami Palu

Gempa dan Tsunami Palu
Hery Harjono

Begitu mendengar berita ttg gempa, melalui WA saya kontak Dr. Mudrik Daryono, peneliti di Geoteknologi LIPI yg disertasinya salah satunya ttg Sesar Palu-Koro. 'Itu gempa yg kamu tunggu, Drik?. 'Ya dan bukan, pak!'. Lantas sy buka WA Keluarga Geotek LIPI, yg sdh ramai dg berita gempa dan tsunami Palu, karena medsos melaporkan ada tsunami bahkan disertai video. Ada pendapat menarik dari Dr. Nugroho Dwi Hananto, marine geophysicist dari Geoteknologi LIPI yg kini ditugaskan di Oseanografi LIPI. Dr. Nugroho menduga penyebab tsunami adalah longsoran mengingat bentuk batimetri di Teluk Palu yg berbentuk lembah sempit dan curam. Bentuk ini bukti adanya Sesar Palu-Koro yg mengiris teluk itu. Boleh jadi dugaan Nugroho benar.

Data dari situs USGS mendorong saya untuk menyimpulkan bahwa tak akan ada tsunami, karena mekanis pusat gempa menunjukkan hampir murni _strike slip_ (sesar mendatar). Nyaris sempurna, meski ada sedikit komponen gerakan vertikal (USGS, 2018). Kalau toh ada tsunami, mungkin kecil saja, begitu dugaan saya.

Gempa Palu M7.4, terletak di utara kota Palu dan berada di Sesar Palu-Koro yg memanjang hampir utara-selatan. Sesar aktif ini membelah Sulawesi menjadi dua bagian: barat dan timur. Di bagian utara khususnya di Teluk Palu, kenampakan sesar ini di bawah laut, berupa lembah sempit dan curam. Diujung selatan sesar ini menyatu dg Sesar Matano yg memanjang hampir barat-timur, dan kemudian menyatu dg Sesar Sorong yg panjang itu. Sejatinya, banyak bagian di wilayah kita yg terkoyak-koyak oleh sesar-sesar aktif. Di sepanjang sesar-sesar itu serpihan-serpihan lempengan tektonik bergerak sebagai respon terhadap tumbukan tiga lempeng raksasa: Eurasia, Pasifik dan Indo-Australia. Serpihan lempengan di Sulawesi itu lah yg kini menyebabkan gempa di Palu.

Pada dasarnya BMKG sangat beralasan menghentikan peringatan tsunami 30 karena gempa memiliki gerakan mendatar. Selain itu posisi gempa yg sangat dekat dg pantai 'seharusnya' tsunami akan datang segera setelah gempa terjadi. Boleh jadi kurang dari 10 menit.

Lantas bgm menjelaskan adanya tsunami? Saya kira pendapat Dr. Nugroho Hananto perlu mendapat perhatian mengingat kemungkinan longsor pada dinding lembah teluk Palu yg curam sangatlah mungkin terjadi.

Setiap kejadian adalah pembelajaran. Beberapa waktu yg lalu, kita mendapat pelajaran dari Gempa Lombok yg muncul bertubi-tubi dan itu tak biasa? Earthquake swarm? Kenapa? Adakah aktivitas magmatik ikut ambil peran seperti kejadian serupa di Jepang?

Kini, tsunami di Palu. Adakah longsoran (yg mungkin tak pernah terpikirkan) ikut ambil bagian? Itu semua tentu membutuhkan jawaban ilmiah dg bukti-bukti lapangan yg kuat. Itu tak sulit dilakukan. Kalau benar itu krn longsoran, tentu ke depan hal tsb harus masuk dalam skenario dlm early warning system. Boleh jadi ada penyebab lain, dan itu pun harus kita gali. Jangan sampai kita kehilangan momentum dan kita biarkan saja tanpa jawaban....

Barangkali menarik mengintip Jepang. Bayangkan negeri yg pernah sangat tertutup itu, memulai belajar gempa menjelang akhir abad ke-19 dari Barat (baca: Inggris). Berkali-kali hancur krn gempa, tp terus bangkit dg jawaban baru. Ketika tahun 1891 terjadi gempa Nobi yg menelan korban > 7000 jiwa, maka dibentuk Earthquake Disasater Prevention Investigation Council. Th 1919, Jepang menetapkan Urban Building Law. Ketika Tokyo rata dg tanah tanah akibat gempa Kanto 1 Sep 1923, maka jawaban Jepang mendirikan Earthquake Research Institute (ERI) di Univ. Kyoto. ERI sangatlah terkenal.... Sejumlah respon penting dibuat Jepang setiap ada kejadian gempa, termasuk beberapa kali merevisi Building Law, antara lain merespon gempa Kobe 1995. Terakhir ketika gempa dan tsunami Tohoku terjadi pada th 2011, maka berdirilah IRIDeS (International Research Institut of Disaster Science) di Univ. Tohoku. Begitulah Jepang menjawab bencana.

Kembali saya tekankan bahwa tak banyak yg kita ketahui dg baik prilaku sesar-sesar aktif di Indonesia. Sangat sedikit. Rasanya sdh saatnya kita merespon setiap kejadian dengan dg program yg lebih terencana agar tidak terkejut-kejut acapkali gempa dan tsunami datang...
Wallahu A'lam

Dili, 290918/Hery Harjono (Mantan Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI)

Thursday, September 20, 2018

Kenapa Rumah Sakit di Mekkah Sepi

Di Mekkah Rumah Sakit sangat sepi,  beda dgn di Indonesia, Memang beda dan tidak sama, yg membedakan adalah Aqidah dan Syariatnya.

Inilah rahasia mengapa di Mekkah rumah sakit sangat sepi, jarang sekali pasien yg datang...?
Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Al Mukarramah). Selama 6 bulan berpraktek, tidak ada seorang pasien pun yg datang utk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang2 di sini tidak pernah sakit?

Akhirnya beliau mendapatkan jawabannya, dari salah seorang Muslim di sana:

BILA KAMI SAKIT.

*Ikhtiar pertama*
Yang kami lakukan ialah,Shalat dua rakaat dan memohon kesehatan kpd Allah.
Insyaa Allah sembuh dgn izin dan kasih sayang-Nya.
Kalau belum sembuh.

*Ikhtiar ke-dua*
Yaitu baca Al Fatihah / surah2 lain,tiupkan pada air dan minum.
Dengan amalan tambahan:
*Jika badan panas* maka kami perbanyak baca Shalawat (karena Shalawat sebagai penyejuk)
*Jika Badan Dingin* maka kami perbanyak baca Ayat Kursi.
*Jika sakit yg terlihat* maka kami bacakan Surah Al Fatihah sambil mengusap usap di bagian yg sakit.
*Jika sakit tak terlihat* maka kami perbanyak bacaan Surrah Al Ikhlas,Al Falaq,An-Naas (sbg penolak sihir).
Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri.
Tapi kalau belum sehat juga,lakukan ikhtiar yg ke-tiga.

*Ikhtiar ke-tiga*
Yaitu bersedekah,dgn niat mendptkn pahala kebaikan dan dijadikan jalan penyembuh sakit. Insyaa Allah akan sembuh.
Kalau tidak sembuh juga,kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat.

*Ikhtiar ke-empat*
Yaitu perbanyak Istighfar,utk bertaubat.
Sebab,Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa2.
Kalau belum sembuh juga,baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima.

*Ikhtiar ke-lima*
Yaitu minum Madu dan Habbatussauda .

*Ikhtiar yang ke-enam*
Yaitu dgn mengambil makanan herbal,spt bawang putih,buah tin,zaitun,kurma, dll,spt disebut dlm Al-Quran.
Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah.

Jika belum sembuh, baru kami.

*Ikhtiar ke-tujuh*
Yaitu pergi ke dokter yg shaleh.
Insyaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah.

Semoga bermanfaat.

Sumber:
Silahkan di share." - Kenapa Rumah Sakit di Makkah Sepi (Tidak seperti di Indonesia) http://tz.ucweb.com/1_233Fj

Mukidi is Back

Udah lama kan ga tau kabar MUKIDI,,,?

Ini cerita terbarunya.....

*Mukidi* main kerumah pacarnya yang namanya *Sarni.* Setelah nyampe di rumahnya Sarni, *Mukidi* mbisikin dikupingnya *Sarni :*
"Ni, aku kepingin kasih tau sesuatu sama kamu...”

*Sarni* njawab sambil deg2an;
“Apa tho, kaaang?”

*Mukidi:* “ Di kamarmu aja yo?” 

*Sarni* (sambil mesem2 manis): “Ayo lah kang, yuk...”  

Setelah masuk  kamar…

*Mukidi:* “Boleh ditutup pintunya, Ni?” 
*Sarni:* “Boleh kok Kang, lha ada apa tho kang...?”

*Mukidi:* “Sssst... boleh dikunci nggak...?”

*Sarni:* “Dikunci boleeeh... ada apa tho kaaang?"

(Deg-deg-an)

Mukidi nerusin aksinya... 

*Mukidi:* “Boleh ditutup jendelanya?”

*Sarni* (tambah penasaran): “Boleh...” 

*Mukidi:* “Boleh dimatiin gak lampunya?” 

*Sarni* (bergairah): “Boleh banget, kaang...” 
Setelah lampu mati...

*Mukidi:* “Ni, kamu kepingin ngerti apa gak, yang mau tak kasih tau...?” 

*Sarni:* “Iyaa cayang...”

*Mukidi:* “Sini agak deket aku, Ni. Coba pegangin tanganku...”

*Sarni:* “Iiiihhh apa tho, kang? Sudah gak sabar lho....!”

*Mukidi:* “Liatin Ni.... *jam tanganku, lampunya bisa nyala...*...........

😆😆😆😆😜😜😜😜😜

Tuesday, January 16, 2018

Perkenalan Murid Baru

*Guru:*  “Coba kamu yang  depan pojok, siapa namamu dan apa hobimu?”

*Murid #1:*  “Nama Yanto, hobi mancing di kali sambil lihat pelangi.”

*Guru:* "Coba yang duduk   di sebelahnya?”

*Murid #2:* “Nama Denny, hobi makan singkong di pinggir kali sambil lihat pelangi.

*Guru:* “Ooo sama …, kalian bersahabat ya? Coba yang duduk belakang?”

*Murid #3:*  “Nama Joko, hobi ngobrol di pinggir kali sambil lihat pelangi"

*Guru:* “Lho ko… sama juga...?. Rupanya kalian satu geng ya? Coba yang ganteng di pojok sana?”

*Murid #4:*  “Nama Bagus Susanto , hobi jajan martabak di pinggir kali sambil lihat pelangi"

*Guru:*  “Ya ampuun, kok sama semua sih. Coba yang cantik di bangku tengah itu, siapa nama dan hobi kamu.”

*Murid #5:*  *“Nama saya Pelangi, hobi mandi di kali.”

*Guru:*   “Ooooalaaah panteeess...MURID GENDENG2 KABEH...?!!! ".

😂😂😂😅😅😅🤣🤣🤣