Wednesday, September 14, 2016

Festival Kopi Flores di Bentara Budaya Jakarta

Mari berpartisipasi dalam Festival Kopi Flores tanggal 15-17 September 2016 di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Jakarta. 

Akan Ada Parade 1000 kopi Flores gratis, Talkshow tentang Budidaya Kopi, workshop Kopi Dan Kebaristaan hingga berbagai hiburan mulai Dari Tarian khas Daerah, akustik hingga performance Dari Gugun Blues Shelter hari Jum'at, 16 September 2016 jam 7 malam.

Untuk para stake holder kopi, kami mengundang semua nya untuk hadir dalam cupping session yg di khususkan untuk Kopi Flores yg lgsg dibawa oleh rekan2 Dari kabupaten Flores Manggarai, Bajawa, dll. Akan Ada booth yang menyajikan berbagai green beans asli produk panen Flores Dari masing2 kabupaten, yang tentu saja menjadi kesempatan besar bagi Teman2 di hilir, para Roaster atau coffee buyer yg hendak berbincang langsung dengan pelaku kopi Flores.

Anda akan mendapat experience yg unik ketika mendapatkan sajian kopi dengan berbagai metode baik traidisional hingga metode penyeduhan modern juga coffee painting 🎨 ☕😁 Beberapa booth kopi Dan food truck akan menemani kegiatan ini selama tiga Hari.

So tunggu apa lagi, tandai kalender kalian di 15-17 September, jangan sampai kelewatan event ini.

Oh iya tidak Ada tiket masuk alias free 😊


Pokoknya Datang, ramaikan dan Dukung Terus Kopi Indonesia, ☕✊✊✊ NB :
Bagi teman2 yg tertarik ut buka booth atau food truck nya disini silakan hubungi kami di 0857 7121 8600 (Ardian)

Dipersembahkan oleh:

@Hariankompas

Didukung oleh:
@indonesianlatteartartist
@bentarabudayajakarta
@official.bankmandiri

#indonesianlatteartartist #Ilaafamily #festivalkopiflores #paradekopi #festivalkopi #coffeefest #Latteart #Barista #kopi #coffee #kopiflores #Flores #NTT #Kompas #hariankompas #bentarabudaya #bankmandiri #gugunbluesshelter #Gbs #bbj #brewing #manualnlbrewing #kopigratis #1000kopigratis #budidayakopi #talkshow #workshop #gugunbluesshelter  #coffeeworkshop #Baristas

Wednesday, July 27, 2016

Nasib Tragis Yahoo

yahoo
Yahoo!
Yahoo diakuisis Verizon hari ini. Akhir tragis ikon internet yang begitu adi daya. Saya juga masih pakai email akun yahoo sampai sekarang.

 Tragisnya Yahoo hanya diakusisi Verizon dengan nilai 65 Triliun. Padahal di tahun 2000, nilai Yahoo sekitar 1300 Triliun. Bahkan 6 tahun lalu Yahoo sempat ditawar Microsoft 650 Triliun. Ngga dilepas. Sekarang dilepas di harga 65 Triliun. Apes.

Kisah kejatuhan Yahoo adalah kisah kelam tentang innovator dilemma. Ketika jaya terbuai. Malas atau lupa bernovasi. Banyak analis yang mempertanyakan kenapa yang dulu melahirkan Facebook bukan Yahoo yang saat itu punya segalanya? Banyak analais yang tertegun kenapa yang melahirkan Instagram bukan Yahoo yang dulu punya flickr yang perkasa. Itulah misteri inovasi yang selalu penuh misteri. Sama dengan kekagetan kenapa Sony bisa tumbang dalam smartphone war? Padahal dulu Sony adalah raksasa elektronik dunia.

Selalu terjadi, saat jadi market leader, kecenderungan perusahaan raksasa selalu meremehkan pemain baru dan kecil. Noktah kecil doang kata Nokia saat android hadir. Mainan anak kampus doang kata Yahoo saat Facebook hadir. Saat Instagram hadir, Yahoo dengan flickr santai saja karena yakin dengan kebesaran dan kejayaan mereka.

Ternyataa itu penyakit khas innovator. Terlalu yakin dengan produk sendiri. Cuek terhadap lawan baru dan kecil. Yahoo merasakannya hari ini dengan amat menyedihkan.Saat jaya Yahoo juga pernah ditawari membeli Google di tahun 2002 dengan harga 13 Triliun. Tapi Yahoo menolak dengan alasan kemahalan. Tahu berapa nilai Google sekarang? 8000 Triliun saja. Itulah takdir Yahoo batal dapat untung 8000 Triliun, malah harus dijula dengan harga hanya 65 Triliun. Creative Destrction: Anda harus rela mengubur produk sendiri, sebelum dilibas rival tanpa ampun.

Source: Bussiness Life
RS

Wednesday, May 18, 2016

KompasMuda.com

Pepeng menceritakan, peningkatan jumlah pembeli sudah terjadi sejak Mira Lesmana mengumumkan di media sosial bahwa Klinik Kopi akan menjadi bagian dari AADC 2. Setelah film tersebut tayang, kunjungan ke Klinik Kopi terus meningkat. "Sebelum AADC 2, kami biasanya menjual 70 sampai 80 gelas dalam sehari. Namun, sekarang bisa dua sampai tiga kali lipat dari itu," ujar pria berusia 36 tahun itu.

Thursday, May 12, 2016

Mengapa Saya Tidak Pernah Marah Kepada Istri Saya

‎Ini rahasianya...

Pada waktu berbulan madu di negara orang, istri saya melihat seekor anjing yang lucu. Dia lalu mengajak anjing yang lucu itu bermain. Tapi, tak  diduga anjing lucu itu menggigit tangannya. Istri saya lalu tersenyum dan berujar ke anjing lucu itu: "*satu...*"

Kemudian istri saya kembali mengajak main anjing lucu itu. Kembali anjing lucu itu menggigit tangan istri saya sampai lecet. Istri saya kembali tersenyum dan berkata ke anjing lucu itu: "*dua...*"

Saya mulai was was. Tapi istri saya dengan tenangnya mengajak anjing lucu itu bermain kembali. Sayangnya, anjing lucu itu kembali menggigit tangan istri saya. Istri saya berkata ke anjing lucu itu sambil tersenyum: "*tiga...*" dan istri saya mengambil tali dari tasnya dan anjing lucu itu langsung diikatnya sampai mati.

Saya marah kepada istri saya: "say, kamu sudah gila ya?" Istri saya memandang saya sambil tersenyum dan berkata: "*satu...*"
Nah sejak itu saya tidak pernah marah lagi kepada istri saya 🙃🙃🙃😃😜😋✌

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Telkomsel.

Tuesday, May 10, 2016

From Allah to Allah: Rezeki Itu Milik Allah

Oleh: Leila Hana

"Saya nggak mau jadi ibu rumah tangga saja. Kalau suami meninggal atau kita bercerai, gimana? Siapa yang kasih makan saya dan anak-anak? Istri itu harus mandiri finansial supaya bisa punya uang untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa dengan suami."
Seketika, kalimat itu buyar kala saya berhadapan dengan seorang wanita berusia 47 tahun yang datang ke rumah saya untuk mengisi pengajian. Wanita bersahaja itu datang jauh-jauh, cukup jauh dari komplek perumahan tempat tinggal saya, untuk memberi pengajian secara gratis. Ingat, gratis lho.... Nggak ada bayaran sepeser pun kecuali sajian makan siang yang saya berikan. Dia datang untuk menggantikan guru ngaji saya yang berhalangan. Sambil menunggu teman-teman lain, kami ngobrol-ngobrol.
"Coba tebak, anak saya berapa, Bu?" tanyanya, ketika kami sedang ngobrol soal anak-anak. Saya sedikit mengeluhkan kondisi rumah yang berantakan karena anak-anak nggak bisa diam, lalu dia memaklumkan. Namanya juga anak-anak. Dia sudah berpengalaman karena anaknya lebih banyak dari saya.
"Ehm... empat?" (pikir saya, paling-paling cuma selisih satu).
"Masih jauh...."
"Tujuh...."
"Kurang... yang benar, delapan."
Mata saya membelalak. Masya Allah! DELAPAN?!
"Itu masih kurang, Bu. Ustazah Yoyoh (almarhumah Yoyoh Yusroh, mantan anggota DPR) saja anaknya 13. Jadi, saya ini belum ada apa-apanya," katanya, merendah.
Setelah itu, mengalirlah cerita-ceritanya mengenai anak-anaknya sampai teman-teman saya datang dan acara mengaji pun dimulai. Di sela pengajian, wanita itu bercerita mengenai keluarganya. Dari situ saya baru tahu kalau suaminya sudah meninggal dunia! Meninggal karena kecelakaan motor, meninggalkan istri dan delapan anak, yang terkecil berusia 2,5 tahun dan sang istri, ya... wanita itu... seorang IBU RUMAH TANGGA.
Ibu rumah tangga di sini maksudnya nggak kerja kantoran, tapi juga bukan pengangguran. Beliau aktif mengisi pengajian. Lalu, bagaimana kehidupannya setelah suaminya meninggal? Beliau nggak punya gaji, nggak kerja kantoran. Coba, gimana? Apa beliau lalu sengsara dan anak-anaknya putus sekolah? No. no, no....
Kalau saya mengingat kalimat pembuka di atas kok kayaknya mustahil ya seorang ibu yang nggak bekerja dan suaminya meninggal dunia, bisa bertahan hidup dengan delapan anak dan anak-anaknya bisa tetap kuliah. Mustahil itu... NGGAK MUNGKIN!
"Bagi Allah, nggak ada yang nggak mungkin, Bu. Asal kita percaya sama Allah. Allah yang kasih rezeki, kan? Percaya saja sama Allah. Saya cuma yakin bahwa semua yang saya dapatkan selama ini adalah karena kebaikan-kebaikan saya dan suami semasa hidup. Saya cuma berbagi pengalaman ya, Bu, bukan mau riya. Memang, suami saya dulu itu orangnya pemurah. Kalau ada yang minta bantuan, dia akan kasih walaupun dia uangnya pas-pasan. Alhamdulillah, Allah kasih ganti. Sewaktu suami masih hidup, kami hidup sederhana. Rezeki suami itu dibagi ke orang-orang juga, padahal anak kami ada delapan. Suami nggak takut kekurangan....."
Kami menahan napas.....
"Hingga suami saya meninggal dunia... uang duka yang kami dapatkan itu... Masya Allah... jumlahnya 100 juta. Padahal, suami saya itu biasa-biasa saja, bukan orang penting. Uang itu langsung dibuat biaya pemakaman, tabungan pendidikan anak, dan sisanya renovasi rumah yang mau ambruk."
Dengar uang 100 juta dari uang duka saja, saya sudah kagum.
"Saat renovasi rumah, saya serahkan saja ke tukangnya. Dia bilang, uangnya kurang. Saya lillahi ta'ala saja. Yang penting atap rumah nggak ambruk, karena memang kondisinya sudah memprihatinkan. Khawatirnya anak-anak ketimpa atap....."
Saya membayangkan, keajaiban apa lagi yang didapatkan oleh wanita itu?
"Nggak disangka. Begitu orang-orang tau kalau saya sedang renovasi rumah, mereka menyumbang. Bukan ratusan ribu, tapi puluhan juta! Sampai terkumpul 100 juta lagi dan rumah saya seperti bisa dilihat sekarang.... Sampai hari ini, saya masih dapat transferan uang dari mana-mana, Bu-Ibu. Saya nggak tau dari siapa aja karena mereka nggak bilang. Saya juga udah nggak pernah beli beras lagi sejak suami meninggal. Selalu ada yang kasih beras."
Duh, nggak bisa nahan airmata deh jadinya....
Apa rahasianya?
"Berbuat baik kepada siapa saja, sekecil apa pun. Insya Allah ada balasannya. Rezeki itu milik Allah. Kalau Allah berkehendak, Dia akan kasih dari mana pun asalnya...." tutupnya.
Rezeki itu milik Allah, siapa pun tidak boleh takabur. Bekerja bukanlah sarana menyombongkan diri bahwa hidup kita bakal terjamin karena bekerja. Yang menjamin hidup kita adalah Allah. Bekerja diniatkan untuk ibadah. Pembuka rezeki bisa datang dari mana saja, salah satunya dari berbuat kebaikan sekecil apa pun.
Ucapan, "Kalau suami meninggal atau bercerai, siapa yang kasih makan saya dan anak-anak?" itu sama saja dengan sirik, atau menduakan Allah.
Menganggap diri kita super, dengan kita bekerja, maka rezeki terjamin. Padahal, Allah yang kasih rezeki. Jika dulu Allah kasih rezeki melalui suami, besok Allah kasih lewat jalan lain. From Allah to Allah.
〰〰〰〰〰
Smg kita selalu bersungguh2 berikhtiar menjemput rizki dari Allah, mensyukurinya dan mjdkan rizki tsb sbg jalan meraih keberkahan hidup...aamiin                   copas dari fb ustadz Teguh Imam Perdana

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Telkomsel.

Wednesday, April 20, 2016

Ra Ketompo

‎Wawancara Kerja Paling sulit dijaman sekarang.

B : Kowe duwe omah opo ora?
C : Dereng pak
B : Kowe ora iso ketompo nang kene
C : Lho kok ngaten?
B : Mengko kowe mesti ngajukne utang nang perusahaan
C : Ah.. mboten kok, sak janipun tiyang sepuh kulo niku sampun sugih
B : Malah ora ketompo
C : Lho kok ngaten pak?
B : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang nongkrong wae, chatting terus

B : Kowe duwe motor opo ora?
C : Mboten pak
B : Ora ketompo
C : Lho kok mboten?
B : Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit
C : Sak janipun gadhah, ning tasih teng kampung, gampil mangke kulo beto mriki
B : Wah ora ketompo
C : Lho kok ngoten?
B : Tempat parkire wis kebak

B : Kowé wis lulus sarjana tenan?
C : Sampun pak
B : Ora ketompo, kéné iki golék sing SMA aé, luwih manutan lan mbayaré murah
C : Sakjanipun kulo tasih badhe skripsi
B : Malah ra ketompo
C : Lho kados pundi to?
B : Mengko kowé kerjo mung ngetik skripsi, lék wis lulus mesti golék kerjo neng perusahaan liyo

B : Kowé seneng guyon ora?
C : Mboten pak, kulo serius nék nyambut gawé
B : Ra ketompo
C : Wee lha...kok ngoten?
B : Engko konco2mu lan anak buahmu podho stress
C : Sakjané nggih sekedhik2 seneng guyon
B : Malah ora ketompo
C : Lho kok?
B : Mengko gaweanmu mung ndagel marahi nguyu terus ora podo kerjo

B : Anakmu akèh opo sithik ?
C : Kathah pak
B : Ora ketompo
C : Sebabipun ?
B : Nyambut gawemu ora tenanan mung mikir gawe anak terus
C : Lha wong namung anak adopsi kok
B : Tambah ora ketompo
C : Lho?
B : Gawé anak waé aras2en, opo manèh nyambut gawé

B : Kowé iso Internét ?
C : Mboten
B : Ora ketompo
C : Sebabipun ?
B : Perusahaan ora nompo Buta Internet
C : Sakjanipun nggih saget
B : Tambah ora ketompo
C : Lha kok?
B : Mengko gaweanmu mung update status sing lucu

B : Kowe waras?
C : Waras to Pak
B : Ra ketompo
C : Kenging nopo pak?
B : Mengko kowe ora krasan nang kene
C : Sakniki pun rodo edan
B : Tambah Ra tak tompo
C : Sebabe?
B : Mengko aku duwe saingan..

B : Jeneng mu sopo?
C : Tomi pak...
B : Kowe ra ketompo... Ganti nama dulu..
C : Sebetulnya Tomingse pak..
B : Tambah ra ketompo kowe nyindir aku. Tomingse kan tolong mingkem sedikit, kowe rep madani aku mrongos to..‎

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Telkomsel.

Tuesday, April 19, 2016

Saya Belajar dari Group WA Ini

Met pagii..😊😊😊
Setelah lama mengikuti group   ini dan setelah melihat komentar saudara2 dlm group, akhirnya saya bisa belajar apa artinya
kenyamanan
kesempurnaan
keamanan
kekeluargaan
kedisiplinan
kerindangan
kebersihan
kelestarian
ketertiban
kesehatan
keteladanan
ketuhanan
kemanusiaan
keadilan
kesopanan
kesuburan
kenakalan
keterbukaan
ketertutupan
keasikan
kerapian
kesurupan
kerasukan
kelincahan
keterlambatan
keindahan
kegantengan
kejelekan
kelicikan
kebaikan
kerohanian
kekeringan
kebasahan
kegelapan
keterangan
kesayangan
kemarahan
ketinggian
kependekan
kegemukan
kekurusan
kekenyangan
kelaparan
keretakan
kerapatan
kehitaman
kemerahan
keputihan
kehijauan
keunguan
kecoklatan
kebiruan
kekuningan
kerenyahan
kelembutan
kelembapan
kelebaran
kesempitan
keluwesan
kesatuan
kelakuan
kejatuhan
ketiduran
ketibanan
kepuasan
kebatinan
kebijakan
kebajikan
kebetulan
kebenaran
kesalahan
keburukan
keinginan
kedamaian
kesejahteraan
kebingungan
kehangatan
kedinginan
kemaslahatan
kepedasan
keemasan
kejayaan
ketahanan
keterpurukan
kemakmuran
kesiswaan
kewajiban
kebiasaan
kehancuran
kesetanan
kepemilikan
kepemilihan
ketakutan
keberanian
kekebalan
kebetulan
kerohanian
kesamaptaan
kesempatan
kemajuan
kemunduran
kebesaran
kekecilan
kedewasaan
ketuaan
kemudahan
kesulitan
kebeningan
keterpurukan
kemalasan
kerajinan
kebanjiran
kerajinan
kematian
kehidupan
kesukaan
ketidaksukaan
kecepatan
kelambatan
kelaparan
kekenyangan
kesenangan
kesedihan
kegalauan
kelemasan
kekuatan
keseimbangan
ketajaman
ketumpulan
kecerdikan
ketangkasan
kegesitan
kegelisahan
ketenangan
kebanyakan
ketiduran
kekakuan
kepahitan
kemanisan
keasaman
keasinan
kemepetan
keracunan
kepresidenan
kekecamatan
kemaksimalan
keminimalan
kejelasan
kesigapan
keteledoran
kebingungan
kebengongan
kesedihan
kesenangan
kebanggan
kesepian
keramaian
keilhaman
kelahiran
kemacetan
keramahan
keterikatan
keheningan
kepemimpinan
kehausan
kelenturan
kesimpulan
kemurkaan
kekhusyuan
kelihatan
ketinggalan
kelelahan
kesamaan
keseimbangan
keluwesan
ketutupan
ketibanan
kejauhan
kedekatan
kerapatan
kerenggangan
kekebalan
kekonyolan
kegilaan
kegembiraan
keharusan
kewajiban
kemurahan
kemahalan
ketumpulan
keterkejutan
kesucian
keikhlasan
ketabahan
kehutanan
kelautan
ketipisan
ketebalan
kepanasan
kesengsaraan
kepedihan
kenikmatan
kepemilikan
kesejajaran
kemiringan
kesemutan
keterlambatan
kedatangan
kepulangan
kekentalan
kepagian
kesiangan
kesorean
kemalaman
kekompakan
kedalaman
kesunyian
kesejukan
kesopanan
kelilipan
kekendoran
kejuaraan
kemenangan
kekalahan
kesejukan
kelakuan
ketelusupan
keguguran
kehamilan
kemewahan
kemiskinan
kebangkrutan
kesialan
keberuntungan
keperjakaan
keperawanan
keteledoran
kecerobohan
kejelian
ketelitian
kesiapan
kebauan
kelihaian
kenyamanan
kesempurnaan
keamanan
kekeluargaan
kedisiplinan
kerindangan
kebersihan
kelestarian
ketertiban
kesehatan
keteladanan
ketuhanan
kemanusiaan
keadilan
kesopanan
kesuburan
kenakalan
keterbukaan
ketertutupan
keasikan
kerapian
kesurupan
kerasukan
kelincahan
keterlambatan
keindahan
kegantengan
kejelekan
kelicikan
kebaikan
kerohanian
kekeringan
kebasahan
kegelapan
keterangan
kesayangan
kemarahan
ketinggian
kependekan
kegemukan
kekurusan
kekenyangan
kelaparan
keretakan
kerapatan
kehitaman
kemerahan
keputihan
kehijauan
keunguan
kecoklatan
kebiruan
kekuningan
kerenyahan
kelembutan
kelembapan
kelebaran
kesempitan
keluwesan
kesatuan
kelakuan
kejatuhan
ketiduran
ketibanan
kepuasan
kebatinan
kebijakan
kebajikan
kebetulan
kebenaran
kesalahan
keburukan
keinginan
kedamaian
kesejahteraan
kebingungan
kehangatan
kedinginan
kemaslahatan
kepedasan
keemasan
kejayaan
ketahanan
keterpurukan
kemakmuran
kesiswaan
kewajiban
kebiasaan
kehancuran
kesetanan
kepemilikan
kepemilihan
ketakutan
keberanian
kekebalan
kebetulan
kerohanian
kesamaptaan
kesempatan
kemajuan
kemunduran
kebesaran
kekecilan
kedewasaan
ketuaan
kemudahan
kesulitan
kebeningan
keterpurukan
kemalasan
kerajinan
kebanjiran
kerajinan
kematian
kehidupan
kesukaan
ketidaksukaan
kecepatan
kelambatan
kelaparan
kekenyangan
kesenangan
kesedihan
kegalauan
kelemasan
kekuatan
keseimbangan
ketajaman
ketumpulan
kecerdikan
ketangkasan
kegesitan
kegelisahan
ketenangan
kebanyakan
ketiduran
kekakuan
kepahitan
kemanisan
keasaman
keasinan
kemepetan
keracunan
kepresidenan
kekecamatan
kemaksimalan
keminimalan
kejelasan
kesigapan
keteledoran
kebingungan
kebengongan
kesedihan
kesenangan
kebanggan
kesepian
keramaian
keilhaman
kelahiran
kemacetan
keramahan
keterikatan
keheningan
kepemimpinan
kehausan
kelenturan
kesimpulan
kemurkaan
kekhusyuan
kelihatan
ketinggalan
kelelahan
kesamaan
keseimbangan
keluwesan
ketutupan
ketibanan
kejauhan
kedekatan
kerapatan
kerenggangan
kekebalan
kekonyolan
kegilaan
kegembiraan
keharusan
kewajiban
kemurahan
kemahalan
ketumpulan
keterkejutan
kesucian
keikhlasan
ketabahan
kehutanan
kelautan
ketipisan
ketebalan
kepanasan
kesengsaraan
kepedihan
kenikmatan
kepemilikan
kesejajaran
kemiringan
kesemutan
keterlambatan
kedatangan
kepulangan
kekentalan
kepagian
kesiangan
kesorean
kemalaman
kekompakan
kedalaman
kesunyian
kesejukan
kesopanan
kelilipan
kekendoran
kejuaraan
kemenangan
kekalahan
kesejukan
kelakuan
ketelusupan
keguguran
kehamilan
kemewahan
kemiskinan
kebangkrutan
kesialan
keberuntungan
keperjakaan
keperawanan
keteledoran
kecerobohan
kejelian
ketelitian
kesiapan
kebauan
kelihaian
kenyamanan
kesempurnaan
keamanan
kekeluargaan
kedisiplinan
kerindangan
kebersihan
kelestarian
ketertiban
kesehatan
keteladanan
ketuhanan
kemanusiaan
keadilan
kesopanan
kesuburan
kenakalan
keterbukaan
ketertutupan
keasikan
kerapian
kesurupan
kerasukan
kelincahan
keterlambatan
keindahan
kegantengan
kejelekan
kelicikan
kebaikan
kerohanian
kekeringan
kebasahan
kegelapan
keterangan
kesayangan
kemarahan
ketinggian
kependekan
kegemukan
kekurusan
kekenyangan
kelaparan
keretakan
kerapatan
kehitaman
kemerahan
keputihan
kehijauan
keunguan
kecoklatan
kebiruan
kekuningan
kerenyahan
kelembutan
kelembapan
kelebaran
kesempitan
keluwesan
kesatuan
kelakuan
kejatuhan
ketiduran
ketibanan
kepuasan
kebatinan
kebijakan
kebajikan
kebetulan
kebenaran
kesalahan
keburukan
keinginan
kedamaian
kesejahteraan
kebingungan
kehangatan
kedinginan
kemasyarakan
kepedasan
keemasan
kejayaan
ketahanan
keterpurukan
kemakmuran
kesiswaan
kewajiban
kebiasaan
kehancuran
kesetanan
kepemilikan
kepemilihan
ketakutan
keberanian
kekebalan
kebetulan
kerohanian
kesamaptaan
kesempatan
kemajuan
kemunduran
kebesaran
kekecilan
kedewasaan
ketuaan
kemudahan
kesulitan
kebeningan
keterpurukan
kemalasan
kerajinan
kebanjiran
kerajinan
kematian
kehidupan
kesukaan
ketidaksukaan
kecepatan
kelambatan
kelaparan
kekenyangan
kesenangan
kesedihan
kegalauan
kelemasan
kekuatan
keseimbangan
ketajaman
ketumpulan
kecerdikan
ketangkasan
kegesitan
kegelisahan
ketenangan
kebanyakan
ketiduran
kekakuan
kepahitan
kemanisan
keasaman
keasinan
kemepetan
keracunan
kepresidenan
kekecamatan
kemaksimalan
keminimalan
kejelasan
kesigapan
keteledoran
kebingungan
kebengongan
kesedihan
kesenangan
kebanggan
kesepian
keramaian
keilhaman
kelahiran
kemacetan
keramahan
keterikatan
keheningan
kepemimpinan
kehausan
kelenturan
kesimpulan
kemurkaan
kekhusyuan
kelihatan
ketinggalan
kelelahan
kesamaan
keseimbangan
keluwesan
ketutupan
ketibanan
kejauhan
kedekatan
kerapatan
kerenggangan
kekebalan
kekonyolan
kegilaan
kegembiraan
keharusan
kewajiban
kemurahan
kemahalan
ketumpulan
keterkejutan
kesucian
keikhlasan
ketabahan
kehutanan
kelautan
ketipisan
ketebalan
kepanasan
kesengsaraan
kepedihan
kenikmatan
kepemilikan
kesejajaran
kemiringan
kesemutan
keterlambatan
kedatangan
kepulangan
kekentalan
kepagian
kesiangan
kesorean
kemalaman
kekompakan
kedalaman
kesunyian
kesejukan
kesopanan
kelilipan
kekendoran
kejuaraan
kemenangan
kekalahan
kesejukan
kelakuan
ketelusupan
keguguran
kehamilan
kemewahan
kemiskinan
kebangkrutan
kesialan
keberuntungan
keperjakaan
keperawanan
keteledoran
kecerobohan
kejelian
ketelitian
kesiapan
kebauan
kelihaian

Salam bahagia buat semuanya. 
Sehat selalu dan sukses...🙏🏼

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Telkomsel.

Akibat Terlalu Sering Reuni

Kisah inspiratif😅

Lelaki tua itu, usianya barangkali sudah 75 tahunan. Masih terlihat gagah.
Tangannya tak pernah lepas memegang dan sesekali mengusap jemari wanita, yang bersandar di lengannya.
Sang nenek, mungkin usianya juga sudah memasuki 73 tahunan. 
Tapi, berani bertaruh, semasa muda dulu sang nenek sangat cantik. 

Penumpang kereta api eksekutif , Jakarta - Surabaya, yang duduk satu gerbong dengan pasangan 'senja' itu, banyak yang dibuat iri oleh kemesraan mereka.

Beberapa penumpang berbisik-bisik ketika tiba-tiba sang nenek mencubit pelan dan manja perut sang kakek.
Ekspresi nenek menunjukkan gemas dan sayang. 
Sedangkan kakek hanya senyam-senyum saja.

Seorang wanita paruh baya yang duduk di samping mereka, terlihat menyikut suaminya. 
"Malu nggak tuh kamu sama kakek nenek itu. 
Kawin aja baru delapan tahun, tapi mana pernah kamu mesra ke aku", bisik sang wanita.

Mendadak lelaki yang disikut istrinya memecah keheningan. 
"Mohon ma'af Kakek Nenek. 
Apa resepnya agar tetap rukun sampai tua begitu?
Saya salut banget", katanya.

Sang nenek hanya tersenyum simpul menerima pertanyaan itu. 
Sang kakek mencoba menjawab, "Kami selalu saling memperhatikan. 
Kalau sedang tidak ber-sama2, hampir setiap jam kami saling telpon, tanya keadaan masing2. 
Kami saling kenal, sejak saya usia 20 tahun."

Semua penumpang yg mendengar pada melongo.
Mereka takjub, ternyata pasangan tua itu sudah lama sekali berhubungan. 
Dan selama itu pula tetap mampu menjaga kemesraan.

Memasuki stasiun Surabaya Gubeng, kereta melambat.
Kakek dan nenek berdiri.
Nenek terlihat mesra mencium pipi kakek. 
Lalu dibisikinya si kakek, "Sayangku ... nanti kamu turun lewat pintu gerbong yg belakang ya. 
Aku lewat depan. 
Tadi bapaknya anak-anak SMS, katanya mau jemput di stasiun. 
Dua hari ditinggal reuni, katanya sudah kangen banget."

Kakek membalas mencium nenek sambil berkata, "Iya honey... buruan, nanti mas mu tahu kalau kita pergi berdua... bisa berabe."

Sebuah kisah dari keseringan reuni😊😀😀😧😧

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Telkomsel.